Sabtu, 05 Januari 2013

Dapur Umum


Dapur Umum

Sebelum kita bahas tenteng Dapur Umum ( DU ) PMI terlebih dahulu kita harus ketahui sebab-sebab kita harus mendirikan Dapur.Dapur Umum didirikan apabila terjadi bencana yang dapat mengakibatkan:
1.      Mengakibatkan penderitaan manusia
2.      Mengganggu aktivitas
3.      Menimbulkan kerusakan harta benda , alam beserta lingkungannya
4.      Menghambat roda pembangunan

Karena terjadi bencana tersebut maka PMI akan melaksanakan Penanggulangan Korban Bencana yang bertujuan untuk:
    1. Meringankan penderitaan
    2. Mengatasi Kebutuhan Primer
  •  Perlindungan
  • Sandang
  • Pangan
  • Papan
  • Kesehatan

Supaya terpenuhinya kebutuhan tersebut terutama dibidang pangan maka PMI mendirikan DAPUR UMUM yang bertujuan :
    1. Menyediakan makanan sederhana & layak , higienis , cukup bergizi
    2. Dapat didistribusikan dalam waktu yang cepat dan tepat

Dalam 1 tim DU Terdiri dari beberapa anggota yaitu:

KETUA REGU
  • Mengatur pembagian tugas anggota , membimbing dan bertanggungjawab atas kelancaran tugas pelaksanaan dapur umum
  • Bertanggung jawab secara langsung pada ketua tim Pengurus Cabang melalui ketua kelompok bila ada
WAKIL KETUA REGU
  • Mewakili ketua regu bila ketua berhalangan
  • Bertanggungjawab atas pelayanan makanan & memelihara ketertiban serta kebersihan lingkungan wilayah kerja
PENANGGUNGJAWAB TATA USAHA
  • Membuat daftar nama , alamat rumah , tanggal lahir , jenis kelamin dan pekerjaan korban bencanaAdministrasi penerima / pengeluaran bahan keperluan dapur umumdan peralatan / perlengkapan
  • Melaksanakan pembukuan keuanganPembuatan / menyusun laporan
PENANGGUNGJAWAB PERALATAN / PERLENGKAPAN
  • Menyiapkan dan melengkapi peralatan D
  • Pengadaan bahan untuk keperluan DU
  • Mengatur penyimpanan logistik bahan kebutuhan dan perlengkapan DU
  • Membuat daftar inventaris peralatan & perlengkapa
  • Bertanggungjawab penerimaan dan pengeluaran logistik
PENANGGUNGJAWAB MEMASAK
  • Mengelola bahan masakan hingga siap didistribusikan
  • Memelihara ketepatan waktu makanDengan bantuan tenaga lokal menentukan menu makanan setiap hari sesuai selera yang membutuhkan ( para korban )
PETUGAS PENDISTRIBUSIAN
  • Melaksanakan pembagian makan sesuai jumlah dengan cara yang baik dan tertib
PERALATAN & PERLENGKAPAN DU
Penyelenggaraan dapur umum dapat melayani korban ratusan atau ribuan orang dalam waktu yang tepat serta memenuhi gizi standar. Untuk melayani s/d 500 orang diperlukan 1 ( satu ) unit peralatan DU yang terdiri dari :
PERALATAN POKOK
  • Langseng ukuran 25 kg……………….2 buah
  • Drum air ukuran 50 liter………………..2 buah
  • Panci ukuran besar …………………….2 buah
  • Wajan ukuran besar ……………………2 buah
  • Serok ……………………………………..1 buah
  • Susuk Wajan ……………………………….2 buah
  • Sendok Nasi ………………………………..2 buah
  • Sendok Sayur ………………………………2 buah
  • Tempat nasi ………………………………..2 buah
  • Ceret/Teko besar …………………………3 buah
  • Baskom besar ………………………………3 buah
  • Baskom kecil ……………………………….3 buah
PERALATAN PENUNJANG
  • Ember plastik pakai tutup…………… 2 buah
  • Ember plastik biasa …………………….. 3 buah
  • Gayung air dari plastik ………………… 2 buah
  • Cobek batu ………………………………….. 2 buah
  • Pisau dapu …………………………………… 3 buah
  • Golok …………………………………………… 1 buah
  • Talenan ………………………………………. 2 buah
  • Ayakan ……………………………………….. 2 buah
  • Drum air sedang ………………………… 1 buah
  • Meja …………………………………………… 2 buah
  • Tikar ………………………………………….. 5 buah
  • Tampah ……………………………………… 1 buah
  • Tempat sampah …………………………. 2 buah
  • Pembungkus nasi dan air minum secukupnya
LOKASI
Lokasi untuk Du diupayakan :
  • Letak dapur umum supaya dekat dengan posko dan mudah dicapai/dikunjungi korban
  • Higienis lingkungan cukup memadai
  • Aman dari bencan
  • Dekat dengan transportasi umum
  • Dekat dengan sumber air
  • Bangunan darurat kuat seperti Rumah atau Tenda regu / tenda peleton

CONTOH DAFTAR MENU
Hari 1
Pagi : Nasi, Tempe goreng, Urap
Siang : Nasi, Ungkep daging/tahu, Sayur lodeh, Pepaya
Malam : Nasi , Rempeyek, Tumis kangkung, Pisang


Hari 2
Pagi : Nasi, Dadar telor, Sambel tomat
Siang : Nasi, Rendang, Tumis sawi, Pisang
Malam : Nasi , Sambel Goreng, Tempe/Teri, Jeruk

KORBAN TENGGELAM


KORBAN TENGGELAM

Proses tenggelam diawali ketika penderita mulai berusaha keras untuk mempertahankan dirinya untuk mengapung di atas air. Penderita akan meneguk air dalam jumlah yang banyak. Pada saat upaya mempertahankan diri untuk mengapung mulai gagal maka penderita akan berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menahannya. Saat itulah air dapat masuk ke dalam saluran nafas. Akibatnya akan terjadi refleks batuk dan menelan sehingga tanpa disadari penderita akan meneguk air lebih banyak lagi. Akibatnya saluran nafas atas tepatnya bagian epiglotis akan mengalami spasme sehingga saluran nafas menjadi tertutup, hanya dapat dilalui oleh udara yang sangat sedikit. Penderita menjadi tidak sadar karena kekurangan oksigen.
Sekitar 10% penderita meninggal karena kekurangan oksigen. Bila penderita masih sadar akan terjadi upaya bernafas dan udara masuk ke dalam paru-paru, spasme yang terjadi hilang bersamaan dengan hilangnya kesadaran dan air akhirnya bebas keluar masuk dalam paru­paru.
Sebenarnya dalam tenggelam ada 2 istilah yaitu; tenggelam dan nyaris tenggelam. Penderita yang masih bernafas dan membatukkan air keluar tentunya tergolong hampir tenggelam. Tenggelam tidak berarti penderita sudah meninggal. Bila upaya pertolongan baik meraih penderita maupun RJP gagal maka baru terjadi tenggelam.
Upaya pertolongan pada penderita tidak boleh ditunda, transportasi ke fasilitas kesehatan harus dilakukan secepat mungkin. Pertolongan dini sudah perlu dilakukan dalam air misalnya bantuan nafas dan imobilisasi leher dan punggung penderita. Pijatan jantung luar hanya dapat dilakukan bila penderita sudah dibawa ke daratan atau perahu. Bantuan nafas pada penderita tenggelam mungkin perlu dilakukan dengan tiupan yang lebih kuat karena kemungkinan terjadinya spasme saluran nafas tersebut. Jangan berfikir untuk mengeluarkan air dari dalam paru-paru. Air paling banyak masuk ke dalam perut terlebih dahulu dan ini juga akan menyulitkan pemberian bantuan nafas.

Pedoman pertolongan :
Keamanan lokasi dan penolong.   
Kondisi penderita :
  • Apakah penderita ada respon dan dapat membantu.
  • Apakah ada cedera pada penderita.
  • Apakah penderita berada di permukaan atau tenggelam ?
Kondisi air :
  • Jarak pandang dalam air.
  • Suhu air.
  • Arus.
  • Kedalaman air.
  • Bahaya lainnya.
 Sumber daya yang ada.
Prinsip pertolongan di air :
  1. Raih ( dengan atau tanpa alat ).
  2. Lempar ( alat apung ).
  3. Dayung     ( atau menggunakan perahu mendekati penderita ).
  4. Renang ( upaya terakhir harus terlatih dan menggunakan alat apung ).
Urutan tersebut di atas adalah urutan tindakan jangan mencoba cara berikutnya jika cara sebelumnya masih memungkinkan.

Penanganan Korban :
  1. Pindahkan penderita secepat mungkin dari air dengan cara teraman.
  2. Bila ada kecurigaan cedera spinal satu penolong mempertahankan posisi kepala, leher dan tulang punggung dalam satu garis lurus. Pertimbangkan untuk menggunakan papan spinal dalam air, atau bila tidak memungkinkan pasanglah sebelum menaikan penderita ke darat.
  3. Buka jalan nafas penderita, periksa nafas. Bila tidak ada maka upayakan untuk memberikan nafas awal secepat mungkin dan berikan bantuan nafas sepanjang perjalanan.
  4. Upayakan wajah penderita menghadap ke atas.
  5. Sampai di darat atau perahu lakukan penilaian dini dan RJP bila perlu.
  6. Berikan oksigen bila ada sesuai protokol.
  7. Jagalah kehangatan tubuh penderita, ganti pakaian basah dan selimuti.
  8. Lakukan pemeriksaan fisik, rawat cedera yang ada.
  9. Segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Hipotermia


Hipotermia (Paparan Dingin)

Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun. Panas yang dibentuk tubuh atau diperoleh tidak cukup untuk mengimbangi kehilangan panas sehingga suhu tubuh menjadi rendah <35º Celcius atau hipotermia. Tubuh akan berusaha untuk mengatasinya dengan cara gemetar, suatu respons bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. Suhu lingkungan tidak perlu sangat dingin untuk mencetuskan hipotermia. Jangan berpendapat bahwa di daerah tropis tidak mungkin terjadi hipotermia. Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada di alam terbuka untuk waktu yang cukup lama. Ada beberapa keadaan yang memperburuk hipotermia yaitu suhu rendah, faktor angin, air, usia penderita, kesehatan penderita, penyakit yang sudah diderita atau cedera yang terjadi, alkohol dan penyalah­gunaan obat dan kekurangan makanan.

Gejala dan tanda Hipotermia sedang :         
  • Menggigil.
  • Terasa melayang.
  • Pernafasan cepat, nadi lambat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Reaksi mata lambat.
  • Gemetar.
Gejala dan tanda Hipotermia berat :
  • Pernafasan sangat lambat.
  • Denyut nadi sangat lambat.
  • Tidak ada respon.
  • Manik mata melebar dan tidak bereaksi.
  • Alat gerak kaku.
  • Tidak menggigil.
Penanganan hipotermia :
  1. Rawat penderita dengan hati-hati, berikan rasa nyaman.
  2. Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.
  3. Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.
  4. Jaga jalan nafas dan berikan oksigen bila ada.
  5. Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.
  6. Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan.
  7. Pantau tanda vital secara berkala.
  8. Rujuk ke fasilitas kesehatan.

GANGGUAN PERNAFASAN


GANGGUAN PERNAFASAN

Salah satu keluhan yang berhubungan dengan pernafasan yang sering ditemui adalah sesak nafas. Gejala ini terjadi pada hampir semua penyakit atau gangguan saluran nafas dan paru-paru, mulai dari batuk pilek biasa sampai penyakit paru-paru akut yang dapat berakibat fatal. Sebagai penolong pertama tidak mungkin untuk mengenali penyebab sesak nafas dengan tepat, mengingat hal inipun cukup sulit bagi seorang dokter di rumah sakit. Banyak faktor yang dapat menjadi penyulit pada keadaan sesak nafas termasuk keadaan yang mengancam nyawa seperti gagal jantung. Seperti pada semua kasus kedaruratan medis kemampuan penolong untuk melakukan wawancara dan pemeriksaan akan banyak membantu penderita. Gangguan pernafasan menyebabkan terganggunya proses masuknya oksigen dalam tubuh. Kasus medis yang terjadi pada saluran nafas memiliki gejala dan tanda umum yang sama. Irama pernafasan menjadi cepat disertai upaya bernafas, nafas terasa pendek dan udara terasa kurang. Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan timbulnya warna kebiruan pada kulit dan selaput lendir ( sianosis ).

Beberapa contoh gangguan pernafasan :
  • Infeksi saluran nafas atas dan bawah.
  • Edema paru akut.
  • Penyakit paru obstruktif menahun.
  • Pneumotoraks spontan ( udara dalam paru-paru karena kebocoran paru­paru ).
  • Asma atau alergi.
  • Sumbatan jalan nafas.
  • Emboli paru.
  • Hiperventilasi.
Penyakit tersebut di atas sangat sulit dikenali dan merupakan diagnosa medis. Contoh di atas hanya untuk membantu penolong dalam melakukan wawancara untuk mencari riwayat penyakitnya.

Gejala dan tanda :
  • Sukar untuk menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik nafas.
  • Suara nafas tambahan.
  • Tampak kerja otot bantu nafas.
  • Posisi tripod ( segi tiga kokoh ), tubuh condong ke depan, tegak, ke dua tangan bertumpu pada lutut.
  • Irama  dan kualitas pernafasan tidak normal.
  • Perubahan     warna kulit ( pucat, kemerahan atau sianosis ).
  • Perubahan status mental ( mengacau, gelisah ) dan lain-lain.
  • Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi pada saat penderita mengeluarkan nafas dan batuk yang riaknya terkesan sukar keluar.
  • Nadi cepat.
  • Di Indonesia masih banyak ditemukan kasus tuberkulosa, penderita ini biasanya batuk darah.
  • Bila disertai demam maka penyebabnya biasanya adalah radang paru-paru.
Penatalaksanaan :
  1. Nilai pernafasan penderita apakan sudah adekuat, berikan bantuan nafas bila perlu.
  2. Jaga agar jalan nafas selalu terbuka.
  3. Letakan penderita pada posisi yang paling nyaman biasanya duduk tegak.
  4. Bila  ada berikan oksigen sesuai ketentuan.
  5. Tenangkan penderita. Akibat kurangnya udara penderita merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan, jangan menganggap kasar perlakuannya.
  6. Bawa penderita segera ke RS / dokter / Puskesmas terdekat.